Laporan Hasil
Wawancara PT. INDOMARET
DOSEN
Drs. Antok
Supriyanto, M.MT
MAHASISWA
M. Hari Priantoko 10410100031
Antonius Jefri K 10410100039
Fikry Nurris Rizky 10410100049
Angga Prasongko 10410100087
PROGRAM STUDI STRATA 1 – SISTEM INFORMASI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INfORMATIKA &
TEKNIK KOMPUTER SURABAYA
2011
Bagaimana sejarah perkembangan perusahaan yang bapak pimpin ?
SEJARAH PERKEMBANGAN PERUSAHAAN
Berawal
dari pemikiran untuk mempermudah penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari
karyawan, maka pada tahun 1988 didirikanlah sebuah gerai yang diberi nama
Indomaret. Sejalan pengembangan operasional toko, perusahaan tertarik
untuk lebih mendalami dan memahami berbagai kebutuhan dan perilaku konsumen dalam
berbelanja. Guna mengakomodasi tujuan tersebut, beberapa orang karyawan
ditugaskan untuk mengamati dan meneliti perilaku belanja masyarakat. Kesimpulan
yang didapat adalah bahwa masyarakat cenderung memilih belanja di gerai modern
berdasarkan alasan kelengkapan pilihan produk yang berkualitas, harga yang
pasti dan bersaing, serta suasana yang nyaman.
Berbekal pengetahuan mengenai kebutuhan konsumen,
keterampilan pengoperasian toko dan pergeseran perilaku belanja masyarakat ke
gerai modern, maka terbit keinginan luhur untuk mengabdi lebih jauh bagi nusa
dan bangsa. Niat ini diwujudkan dengan mendirikan Indomaret, dengan badan
hukum PT. Indomarco Prismatama yang memiliki visi “menjadi jaringan ritel yang
unggul” serta moto “mudah dan hemat”.
Pada mulanya Indomaret membentuk konsep
penyelenggaraan gerai yang berlokasi di dekat hunian konsumen, menyediakan
berbagai kebutuhan pokok maupun kebutuhan sehari-hari, melayani masyarakat umum
yang bersifat majemuk, serta memiliki luas toko sekitar 200 m2.
Seiring dengan perjalanan waktu dan kebutuhan
pasar, Indomaret terus menambah gerai di berbagai kawasan perumahan,
perkantoran, niaga, wisata dan apartemen. Dalam hal ini terjadilah proses
pembelajaran untuk pengoperasian suatu jaringan retail yang berskala besar, lengkap
dengan berbagai pengalaman yang kompleks dan bervariasi.
Setelah menguasai pengetahuan dan keterampilan
mengoperasikan jaringan ritel dalam skala besar, Manajemen berkomitmen untuk
menjadikan Indomaret sebagai sebuah aset nasional. Hal ini tidak terlepas dari
kenyataan bahwa seluruh pemikiran dan pengoperasian Perusahaan ditangani
sepenuhnya oleh putra putri Indonesia. Sebagai aset nasional, Indomaret ingin
berbagi kepada masyarakat Indonesia melalui bisnis waralaba dan juga mampu
bersaing dalam persaingan global. Oleh karena itu, visi perusahaan kemudian
berkembang “menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang
unggul dalam persaingan global”.
Konsep bisnis waralaba Indomaret adalah yang
pertama dan merupakan pelopor di bidang minimarket di Indonesia. Sambutan
masyarakat ternyata sangat positif, terbukti dengan peningkatan jumlah
Terwaralaba Indomaret dari waktu ke waktu. Konsep bisnis waralaba Perusahaan
juga diakui oleh pemerintah melalui penghargaan yang diberikan kepada Indomaret
selaku “Perusahaan Waralaba Unggul 2003”. Penghargaan semacam ini adalah yang
pertama kali diberikan kepada perusahaan minimarket di Indonesia dan sampai
saat ini hanya Indomaret yang menerimanya.
Saat ini Indomaret berkembang sangat pesat dengan
jumlah gerai mencapai lebih dari 5.000 di wilayah Jawa, Madura, Bali dan
Sumatra, terdiri dari 40% gerai milik terwaralaba dan 60% gerai milik
Perusahaan. Sebagian besar pasokan barang dagangan untuk seluruh gerai berasal
dari 15 pusat distribusi Indomaret yang menyediakan lebih dari 4.800 jenis
produk.
Kini, keberadaan Indomaret makin diperkuat dengan
kehadiran Indogrosir, anak perusahaan dengan konsep bisnis Pusat Perkulakan.
·
Apa Visi dan Budaya perusahaan bapak??
VISI
DAN BUDAYA PERUSAHAAN
Dalam proses pendirian dan pengembangannya,
Indomaret menetapkan hal-hal sebagai berikut:
Visi
Menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global.
Menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global.
Moto
Mudah & Hemat
Mudah & Hemat
Budaya
Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan, kerja sama kelompok, kemajuan melalui inovasi yang ekonomis serta mengutamakan kepuasan konsumen.
Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan, kerja sama kelompok, kemajuan melalui inovasi yang ekonomis serta mengutamakan kepuasan konsumen.
Esensi
Pendekatan dengan senyuman yang tulus, untuk membangun hidup lebih baik.
Pendekatan dengan senyuman yang tulus, untuk membangun hidup lebih baik.
·
Bagaimana perkembangan gerai indomaret di daerah Jawa, Bali, Madura, dan Sumatra?
Hingga Januari 2011, Indomaret mengoperasikan
lebih dari 5.000 gerai, terdiri dari 60% milik sendiri dan 40% milik
masyarakat. Semuanya tersebar di Jawa, Bali, Madura dan Sumatra.
Sesuai moto “mudah dan hemat”, gerai Indomaret
ditempatkan di lokasi-lokasi strategis sehingga mudah dijangkau. Gerai
Indomaret dengan mudah dapat ditemukan di berbagai kawasan perumahan,
perkantoran, niaga, wisata, apartemen dan fasilitas umum yang terdapat di
masing-masing daerah.
Setiap gerai menyediakan lebih dari 4.800 produk
food, nonfood, general merchandise dan fresh product dengan harga hemat, untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen.
WARALABA
Indomaret berupaya “menjadi aset
nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan
global”. Tahun 1997 Indomaret memperkenalkan sistem kemitraan dengan membuka
peluang bagi masyarakat untuk turut serta memiliki dan mengelola sendiri gerai
Indomaret. Sampai dengan Januari 2011, gerai waralaba Indomaret telah mencapai
2.000 (40%). Mitra usaha waralaba ini meliputi: koperasi, badan usaha dan
perorangan.
Persyaratan waralaba dirancang
sederhana dan ekonomis sehingga memudahkan masyarakat berpartisipasi dan
memiliki usaha ini berdasarkan sikap saling percaya dan menguntungkan.
Sistem waralaba Indomaret telah teruji dengan jumlah gerai waralaba yang meningkat tajam. Hal ini juga diakui pemerintah dengan diberikannya penghargaan “Perusahaan Waralaba Unggul 2003” oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Ini merupakan penghargaan pertama yang diterima perusahaan ritel waralaba nasional dan sampai saat ini hanya Indomaret yang menerimanya.
Sistem waralaba Indomaret telah teruji dengan jumlah gerai waralaba yang meningkat tajam. Hal ini juga diakui pemerintah dengan diberikannya penghargaan “Perusahaan Waralaba Unggul 2003” oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Ini merupakan penghargaan pertama yang diterima perusahaan ritel waralaba nasional dan sampai saat ini hanya Indomaret yang menerimanya.
BAGAIMANA EKSISTENSI DAN PERKEMBANGAN PRODUK & JASA?
Eksistensi dan perkembangan Indomaret didukung
oleh tim merchandising dalam menangani pemilihan, pengadaan dan pengembangan
produk; kerja sama dengan lebih dari 1.000 mitra pemasok; strategi penetapan
harga yang tepat serta pengelolaan pemajangan produk. Indomaret mengelola
sekitar 4.800 produk terdiri dari food, nonfood, general merchandise dan fresh
product.
Pengadaan produk Indomaret didukung lebih dari
1.000 pemasok berskala nasional termasuk UMKM. Kemitraan terjalin dan terus
berkembang dari waktu ke waktu atas dasar prinsip saling menguntungkan dan
tumbuh kembang bersama.
Inovasi
Dengan sistem teknologi mutakhir, Indomaret terus
berupaya menyediakan beragam produk dan jasa inovatif sesuai perkembangan gaya
hidup untuk memastikan kemudahan, kenyamanan dan kepraktisan konsumen dalam
berbelanja.
Pengembangan lebih dari 200 produk private label
dengan harga ekonomis dan kualitas prima memberikan nilai tambah bagi konsumen
Indomaret.
Indomaret Card
Bukan sekadar kartu anggota, Indomaret Card
merupakan kartu multifungsi dengan teknologi contactless smart card hasil kerja
sama dengan Bank Mandiri dan kartu multifungsi pertama yang diterapkan
minimarket di Indonesia.
Selain membebaskan konsumen dari keharusan
membawa uang tunai untuk berbelanja, Indomaret Card dapat digunakan untuk
membayar tagihan: telepon, listrik, TV Kabel dan lain-lain. Fasilitas ini juga
bisa digunakan di SPBU dan area parkir yang telah bekerja sama dengan Bank
Mandiri.
ATM Indomaret
Untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen,
Indomaret bekerja sama dengan PT. Rintis Sejahtera (dalam jaringan Prima)
mengembangkan ATM Indomaret. Fasilitasnya antara lain: tarik tunai, cek saldo,
transfer antar rekening dan transfer antar bank.
Jak Card
Kartu prabayar yang diterbitkan Bank DKI dengan
teknologi contactless smart card, dapat digunakan untuk berbelanja di gerai
Indomaret dan membayar busway.
T Cash
Memanfaatkan teknologi pembelian/pembayaran
digital menggunakan ponsel secara Tap N Go, fasilitas ini dapat dinikmati
konsumen di seluruh gerai Indomaret.
Western Union
Merupakan layanan jasa pengiriman dan penerimaan
uang dari/ke dalam dan luar negeri, tanpa perlu memiliki rekening di bank.
Diperkuat kecepatan pemrosesan yang memungkinkan uang sampai dalam hitungan
detik, fasilitas ini dapat dinikmati konsumen di seluruh gerai milik Indomaret.
Pesan Antar Ambil Indomaret (PAAI)
Sejalan dengan perkembangan dunia ritel dan
kebutuhan pelanggan, Indomaret terus melakukan inovasi baru dalam pengembangan
produk dan jasa, antara lain: Pesan Antar Ambil Indomaret (PAAI) yang
memungkinkan konsumen memesan produk yang tidak dipajang di toko (ice cream
tart, ponsel, furniture, karangan bunga dan lain-lain) dan diantar ke rumah
konsumen.
PUSAT DISTRIBUSI
INDOMARET
Sistem distribusi Indomaret menerapkan teknologi
yang canggih dengan menggunakan digital picking system yang memungkinkan
Indomaret menjalankan distribusi dengan andal, canggih, dan efisien. Dengan
dukungan sumber daya manusia yang ahli di bidangnya, distribusi ke seluruh
gerai Indomaret dapat terlayani dengan baik sehingga Pusat Distribusi Indomaret
menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Pada saat ini Indomaret memiliki 15 pusat
distribusi yang merupakan sentral pengadaan produk untuk lebih dari 5.000 gerai
Indomaret. Pusat Distribusi Indomaret berada di Jakarta, Sentul Bogor,
Tangerang, Bekasi, Parung Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogjakarta,
Surabaya, Jember, Malang, Lampung, Palembang dan Medan.
BAGAIMANA CARA PEMASARAN DAN PROMOSI?
Target pasar Indomaret adalah semua kalangan
masyarakat di Indonesia. Strategi pemasarannya diintegrasikan dengan kegiatan
promosi yang dijalankan secara berkala dengan berbagai metode sesuai dengan
jenis produk dan fokus target pasarnya. Beberapa strategi jangka pendek yang
dijalankan oleh Indomaret antara lain.
• ”Harga Heboh”: promosi mingguan yang
memberikan harga sangat murah untuk produk-produk kebutuhan sehari-hari.
• “Super Hemat”: leaflet
edisi dua mingguan yang mempromosikan produk-produk dengan harga hemat
sebagai panduan bagi konsumen untuk belanja hemat.
• “Promosi Bulan Ini”: promosi bulanan
atas produk tertentu dalam bentuk pemberian hadiah langsung atau potongan
harga.
Untuk strategi jangka panjang, Indomaret
menerapkan berbagai program yang berkaitan dengan loyalitas konsumen serta
pembentukan komunitas.
Dalam upaya meningkatkan brand image sampai ke
tingkat dunia, Indomaret berhasil menjadi ”Official Event Store” (OES) Piala
Dunia 2010 dengan menyisihkan peritel-peritel besar di Indonesia. Dengan
terpilihnya Indomaret sebagai OES oleh Global Brands Group—sebagai pemegang
lisensi ekslusif FIFA di seluruh dunia—maka Indomaret menjadi gerai resmi yang
menjual produk Piala Dunia 2010 serta berhak menggunakan logo dan atribut Piala
Dunia 2010 pada setiap kegiatan promosi di Indonesia. Terpilihnya Indomaret
sebagai OES merupakan keberhasilan yang berkaitan erat dengan pengalaman, kemampuan
dan luasnya jaringan Perusahaan sehingga menjadi yang terbaik di bidang
usahanya.
Laju pertumbuhan gerai Indomaret yang cepat
dengan transaksi melebihi 45 juta struk per bulan, dapat terlaksana karena
didukung oleh sistem teknologi informasi yang andal. Sistem tersebut
terintegrasi pada setiap point of sales (POS) kasir di semua gerai yang mencakup
sistem penjualan, persediaan, dan penerimaan barang. Teknologi di POS kasir
tersebut sudah dirancang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan jumlah gerai dan
transaksi pada masa depan.
Untuk mempercepat pelayanan dan kenyamanan
berbelanja di kasir, Indomaret menggunakan pemindai (scanner barcode),
pembayaran dengan Indomaret Card, Jak Card, pembayaran debit dan penarikan tunai
dari berbagai bank.
Dalam bidang distribusi barang, Indomaret
menerapkan Digital Picking System dan Tail Gate System pada setiap pusat
distribusinya. Kedua sistem ini mempercepat dan meningkatkan efisiensi proses
pengambilan barang dari rak penyimpanan dan pemuatan barang ke armada
pengiriman maupun penurunan barang di gerai Indomaret.
LAPORAN HASIL WAWANCARA
PT. INDOMARET
|
No
|
Uraian / Wawancara
|
Ya
|
Tdk
|
Catatan
|
|
1.
|
Apakah perusahaan memiliki metode/ cara khusus untuk
membangun hubungan dengan pelanggan ?
|
v
|
-
|
Iya, didalam perusahaan menerapkan metode untuk memberikan
kenyamanan kepada pelanggan yaitu dengan adanya layanan pesan antar.
|
|
2.
|
Jika ya, apakah ada penerapan IT yang digunakan dalam
membangun hubungan dengan pelanggan ?
|
-
|
V
|
Sampai saat ini belum ada penerapan IT dalam membangun
hubungan dengan pelanggan. Saat ini pelanggan hanya bisa memesan dengan
layanan Telepon.
|
|
3.
|
Apakah hubungan yang terjadi dengan pelanggan cukup
membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan pembelian bahan baku?
|
v
|
-
|
Iya, karena dengan adanya hubungan dengan pelanggan kita
bisa tahu apa saja yang barang/pesanan yang banyak diminati oleh pelanggan,
sehingga kita bisa memperkirakan apa jenis bahan baku yang harus di tingkatkan/ diperbanyak
jumlahnya.
|
|
4.
|
Apakah produk perseroan bersifat mass production ?
|
v
|
-
|
Iya, karena produk yang dijual sangat dibutuhkan oleh
masyarakat luas
|
|
5.
|
Jika ya, apakah ada penerapan IT yang digunakan dalam
memperkenalkan produk perseroan terhadap pelanggan ?
|
-
|
V
|
Sampai saat ini belum.
|
|
6.
|
Jika ya, apakah penerapan IT tersebut sudah cukup efektif
?
|
-
|
-
|
-
|
|
7.
|
Apakah selama ini ada keluhan dari pelanggan mengenai
kesulitan cara pemesanan/ tingkat kenyamanan dan kemudahan untuk melakukan
pemesanan ?
|
v
|
-
|
Iya, sampai saat ini kami masih kesulitan dalam melayani
pesanan pelanggan dikarenakan banyak kendala-kendala yang tidak terduga,
diantaranya dalam masalah pengiriman barang kami hanya bisa mengirimkan
barang dengan jarak 2-3km.
|
|
8.
|
Jika ya, apakah factor
pemesanan mempengaruhi pemesanan ?
|
v
|
|
Iya, dikarenakan pemesanan pelanggan tidak sesuai dengan
stok barang yang tersedia atau juga dikarenakan jarak pemesan terlalu jauh
dari lokasi.
|
|
9.
|
Jika ya, apakah ada penerapan IT yang digunakan dalam menerima
pesanan dari pelanggan sebagai cara untuk mempermudah pemesanan?
|
-
|
v
|
Belum ada
|
|
10.
|
Jika ya, apakah ada rencana untuk mengembangkan layanan
terhadap pelanggan tentang kemudahan pelanggan dalam pemesanan?
|
-
|
-
|
-
|
Untuk sementara
wawancara diakhiri dulu dan dilanjutkan minggu depan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar